Ikut Tuhan
Pagi Sahabat Bandar Lampung.
Sahabat, ikut Tuhan itu seperti dalam perlombaan lari, agar dapat berlari dengan maksimal menurut ibr 12 : 1-2 ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama harus menanggalkan beban dan dosa. Beban bukan hanya bicara masalah-masalah yang pernah terjadi di masa lalu saja, beban yang dimaksud adalah semua hal yang tidak penting bagi kerajaan-Nya, yang masih ada dihidup kita. Makin kita bertumbuh ternyata makin banyak hal yang tidak penting yang harus kita relakan untuk dibuang, bahkan hal-hal yang dulu dianggap penting bisa jadi sekarang sudah tidak penting lagi. Seperti yang dikatakan Paulus :
Filipi 3:8 (TB) " Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"
Dari ayat ini kita tahu sekarang ternyata untuk memperoleh Kristus rupanya kita harus mau melepas semuanya itu. Yang oleh Paulus disebut "sampah". Saya definisikan "Sampah" adalah segala sesuatu yang tidak membuat kita makin mengenal Dia, adalah semua yang bukan untuk kepentingan Tuhan, dan apapun itu yang membuat kita tidak pernah sampai pada tujuan Tuhan atas kita. Tanpa bersedia membuang semuanya itu, kita tidak akan pernah memperoleh Kristus.
Berikutnya adalah dosa, berbicara tentang dosa buat kita sekarang dosa bukan lagi tentang mencuri, membunuh, berzinah dll. Buat kita saat ini dosa itu seperti ini :
Semua hal baik yang kita kerjakan, apakah hal tersebut dosa atau bukan, yang membedakannya adalah untuk siapa semua itu kita lakukan, untuk Tuhan atau untuk diri sendiri?
Hal kedua agar kita dapat berlari dengan maksimal adalah menujukan pandangan kita hanya kepada Yesus. Selain telah menjadi teladan buat setiap kita murid-murid-Nya. Yesus juga sudah meninggalkan jejak untuk kita ikuti. "Ikutlah Aku" kata Tuhan.
Belakangan saya biasakan diri saya seperti ini, kalau sesuatu sedang terjadi pada saya, saya coba ajukan pertanyaan begini: kalau saat ini Yesus ada di posisi saya, kira-kira apa yang akan Yesus lakukan?
Sebuah pertanyaan yang akan mendorong saya untuk punya respon seperti Yesus merespon.
Sahabat, respon kita menentukan langkah kita, langkah kita menentukan akan ada dimana kita kelak. Amin
Selamat berakhir pekan buat sahabat semua. 🙏🏻🙏🏻🤗
Komentar
Posting Komentar